Jilid Buku Tahunan Sekolah : Binding Screw

Standar

Salam buku tahunan,

jilid baut untuk buku tahunan sekolahTerdapat beberapa pilihan untuk finishing penjilidan dalam dunia percetakan (penerbitan), beberapa teknik penjilidan yang populer dan telah kita ketahui bersama di masyarakat antara lain penjilidan dengan sistem jahit benang, jahit kawat (staples), blok lem panas, jilid ring spiral dan jilid lakban.

Dalam hal penjilidan untuk buku tahunan sekolah pun tentunya tidak banyak berbeda dengan sistem penjilidan untuk buku tulis, buku bacaan, majalah, koran, kalender, dan berbagai macam media cetak yang memang memerlukan proses penjilidan sebagai tahap akhir (finishing) proses pengerjaannya.

Sebagai referensi untuk jilid buku tahunan sekolah, berikut kita bahas salah satu jenis penjilidan dengan sistem baut dan rel (screw binding).


Sistem penjilidan baut terlebih dahulu dikenal sebagai jenis penjilidan untuk dokumen-dokumen yang akan sering di copy atau diperbanyak lagi karena sistem penjilidan baut ini dapat dilonggarkan dan dilepas untuk kemudian ditambahkan dokumen lainnya. Jenis penjilidan baut untuk buku tahunan sekolah dapat menjadi pilihan alternatif untuk menghadirkan sesuatu yang baru dalam cover dan packaging buku tahunan. Screw binding untuk buku tahunan sekolah dapat diaplikasikan dalam beragam ketebalan buku dan cover (hardcover / softcover).

Aplikasi penjilidan baut untuk buku tahunan sekolah adalah dengan memberikan toleransi sebesar 1,5 Cm pada margin gutter design buku tahunan pada saat proses pre-cetak. Gutter 1,5 Cm tersebut berfungsi sebagai tahanan dan area yang akan terkunci oleh baut. Fungsi lipatan (creasing) / rel pun sangat dianjurkan dalam penjilidan sistem baut untuk buku tahunan sekolah agar buku tahunan dapat terbuka secara sempurna sesuai dengan gutter yang kita siapkan.

Dalam segi harga, penjilidan baut untuk buku tahunan sekolah memang lebih tinggi (mahal) sekitar +/- Rp. 6.000 ,- dari harga cetak buku tahunan sekolah dengan penjilidan ring kawat / jahit & perfect binding, namun tidak ada salahnya untuk memakai sistem penjilidan baut ini sebagai pilihan alternative pada jilid buku tahunan karena akan menghadirkan kesan lebih eklusif dan kreatif pada buku tahunan.

Semoga bermanfaat,

—— RK Creative Buku Tahunan Sekolah ——

Open hours : Monday – Saturday (09 AM – 7 PM)

Address. Jl. Jupiter X Blok. H-2 No. 7 & 10 Bandung 40286 (Belakang Metro Indah Mall / MIM)

Phone. (022) 756 6851 / 0856 225 9852 (fast response)

WA. 08562259852

Line. nugrahafahrizal

BBpin. 5377963F

T. @rkforcreative – FB. Rumahkayu Indonesia Artwork

IG. @rkcbdg

www.rkforcreative.com

Cetak Buku Tahunan Sekolah – Size Guide

Standar

percetakan buku tahunan sekolah ukuran cetakBuku tahunan – Berikut kami lampirkan perbandingan beberapa ukuran buku tahunan sekolah yang sering / umum digunakan sebagai gambaran. Pada gambar disamping ada disertakan dua seri ukuran untuk buku tahunan sekolah yaitu seri A dan seri B.

Sebagaimana fungsi kertas sebagai media dalam hal cetak-mencetak, dikenal oleh masyarakat beberapa seri ukuran dalam kertas antara lain :

Kertas Seri A.

Percetakan buku tahunan siswa ukuran A4 RK Creative Cetak buku tahunan siswa ukuran A5 RK CreativeUkuran kertas seri A adalah ukuran kertas yang paling umum dan gampang dijumpai di masyarakat. Kertas seri A ini biasanya digunakan untuk keperluan umum, perkantoran, dan penerbitan buku. Dasar ukuran pada seri ini dimulai dari A0 yang setara dengan 1 meter persegi. Umum nya buku tahunan di RK Creative banyak menggunakan ukuran seri A ini yaitu A4 dan A5. Berikut daftar lengkap ukuran untuk kertas seri A (dalam satuan centimeter/CM) :


A0 = 84,1 x 118,9  Cm

A1 = 59,4 x 84,1 Cm

A2 = 42 x 59,4 Cm

A3 = 29,7 x 42 Cm

A4 = 21 x 29,7 Cm

A5 = 14,8 x 21 Cm

A6 = 10,5 x 14,8 Cm

dst.

Kertas Seri B.

Percetakan buku tahunan siswa ukuran B5 RK Creative Cetak buku tahunan siswa ukuran B4 RK CreativeUkuran kertas seri B umumnya digunakan untuk keperluan cetak poster, lukisan dinding dan kalender. Untuk penggunaan pada buku tahunan sekolah ukuran kertas seri B yang sering dipergunakan yaitu B4 dan B5. Berikut daftar dari ukuran kertas seri B (dalam satuan centimeter/CM) :

 

 


B0 = 100 x 141,4 Cm

B1 = 70,7 x 100 Cm

B2 = 50 x 70,7 Cm

B3 = 35,3 x 50 Cm

B4 = 25 x 35,3 Cm

B5 = 17,6 x 25 Cm

B6 = 12,5 x 17,6 Cm

dst.

Selain seri A dan B ada beberapa seri ukuran dalam kertas antara lain seri F yang biasa dijumpai dalam keperluan surat menyurat, seri R yang biasa dipergunakan dalam keperluan cetak foto, dan ada beberapa seri dalam ukuran kertas lainnya antara lain seri C dan seri US.

Untuk informasi daftar harga cetak/produksi buku tahunan sekolah :

Cetak buku tahunan sekolah ukuran A4

Cetak buku tahunan sekolah ukuran A5

Cetak buku tahunan sekolah ukuran B4

Cetak buku tahunan sekolah ukuran B5

dapatkan harga khusus untuk klien dari studio photo / yearbook organizer. Bisa kontak langsung saja via SMS/Telp/WA : 085 622 59852

Semoga bermanfaat,

—— RK Creative Buku Tahunan Sekolah ——

Open hours : Monday – Saturday (09 AM – 7 PM)

 

Address. Jl. Jupiter X Blok. H-2 No. 7 & 10 Bandung 40286 (Belakang Metro Indah Mall / MIM)

Phone. (022) 756 6851 / 0856 225 9852 (fast response)

WA. 08562259852

Line. nugrahafahrizal

BBpin. 5377963F

T. @rkforcreative – FB. Rumahkayu Indonesia Artwork

IG. @rkcbdg

www.rkforcreative.com

 

 

Welcome 2016 : Buku Tahunan Sekolah #annualreport

Standar

Buku tahunan sekolah – Terima kasih untuk semua pengunjung blog www.rkforcreative.com, berikut laporan tahunan #annualreport #wordpress #blog RK Buku Tahunan Sekolah pada tahun 2015.

Selamat tahun baru, semoga selalu ada keberkahan untuk kita semua pada tahun 2016 mendatang.

Salam,

Tim Redaksi RKC.

RK Creative.

Open hours : Monday – Saturday (09 AM – 7 PM)

Address. Jl. Jupiter X Blok. H-2 No. 7 & 10 Bandung 40286 (Belakang Metro Indah Mall / MIM)

Phone. (022) 756 6851 / 0856 225 9852 (fast response)

WA. 08562259852

Line. nugrahafahrizal

BBpin. 5377963F

T. @rkforcreative – FB. Rumahkayu Indonesia Artwork

IG. @rkcbdg

www.rkforcreative.com

Insit dalam Proses Cetak Buku Tahunan

Standar

Kertas cetak buku tahunan sekolah

Pengertian insit (insheet) atau spare bahan produksi dalam dunia cetak memang sangat diperlukan dan akan berimbas pada kualitas suatu produk cetak. Insit dapat berupa jumlah atau presentase sebagai tambahan pemakaian bahan produksi yang sengaja dilebihkan dari jumlah keperluan produksi yang sebenarnya dalam oplah tertentu.

Dalam hal produksi cetak buku tahunan tentunya insit untuk kertas bahan produksi merupakan suatu hal yang tidak bisa dikesampingkan, hal ini dikarenakan beberapa alasan antara lain :

  1. Cetakan Full Color (separasi) pada Buku Tahunan Sekolah

Jenis cetakan pada buku tahunan sekolah kebanyakan memakai sistem cetakan full color (separasi) dimana ada 4 plat cetak yang akan di transform ke dalam media kertas. Dalam hal ini tentu akan sangat berbeda dengan jenis cetakan 1 Warna (BW) dimana tingkat resiko kesalahan dalam jenis cetakan full color (separasi) akan lebih tinggi dibanding cetakan 1 warna (BW). Oleh karena itu nilai atau presentasi insit bahan produksi dalam mencetak buku tahunan sekolah (full color) harus lebih tinggi daripada jenis cetakan lain yang memakai sistem cetak 1 warna (BW).

  1. Komposisi Photo pada Design Buku Tahunan Sekolah

Dalam layout (design) buku tahunan sekolah komposisi photo cenderung akan lebih banyak dibanding graphic dan text. Dalam hal mencetak tentu nya ketelitian dan ketepatan warna untuk mencetak suatu cetakan yang berisi content photo akan lebih memerlukan perhatian ekstra dibanding dengan cetakan yang mempunya komposisi graphic dan text saja (tanpa photo), oleh karena itu hal ini harus di imbangi juga dengan adanya jumlah insit yang lebih banyak dalam mencetak buku tahunan sekolah.

  1. Buku Tahunan Sekolah adalah Nilai Seni

Buku tahunan sekolah atau yang biasa kita kenal BTS adalah produk dengan nilai seni tinggi karena buku tahunan sekolah memuat beragam kreatifitas dan cerita perjalanan selama 3 tahun dalam suatu sekolah. Oleh karena itu diperlukan kualitas yang sangat terjaga dalam hal mencetak buku tahunan sekolah. Dalam pengerjaan cetak buku tahunan sekolah, produsen cetak sebelum melakukan finishing (penyusunan halaman, jilid, dan hardcover) harus selalu melakukan sortir untuk memisahkan cetakan isi buku yang sempurna dan yang tidak sempurna (berbayang), insit kertas yang kita sengaja persiapkan pada awal produksi tentunya sangat berperan karena kita tidak mau jumlah cetakan yang kurang sempurna tadi dapat mengurangi oplah cetakan yang kita perlukan, yang apabila dipaksakan pun akan mengurangi kualitas suatu cetakan dalam buku tahunan sekolah.

Penggunaan insit dalam dunia cetak akan sangat diperlukan untuk :

  • Cetak Coba (Proofing)

Cetak coba / proof adalah suatu tahapan persiapan produksi cetak yang dilakukan untuk mendapatkan cetakan yang akan dipergunakan untuk mendapatkan persetujuan pemesan. Cetak coba / proof dapat dilakukan pada pre-press (pada teknologi konvensional dengan dibuat : color key, cromalin, color proof), tapi pada unit produksi dapat dilakukan pula dengan menggunakan mesin cetak khusus untuk cetak coba / proof, yang hasilnya lebih mendekati hasil produksinya, sedangkan hasil proof pada persiapan produksi kurang baik (misalnya color key).

Agar fungsi cetak coba untuk mendapat persetujuan pemesan, maka dari cetak coba harus memenuhi persyaratan sesuai dengan persyaratan hasil produksi oplahnya, misal : Ketepatan posisi teks, gambar pada kertas. kebenaran / keseragaman ketebalan lapisan tinta / warna.

  • Mengantisipasi kerusakan kertas pada saat produksi misal

Kerusakan kertas dialami pada sistem pemasukan kertas yang kurang baik penyetelannya (misal : kertas miring, rangkap, ketidak tepatan cetakan, dll), sistem penintaan kurang sempurna (misal : kerataan tinta tidak sempurna), ketidak tepatan gripper-gripper menyebabkan kertas mengkerut, dll. Kerusakan cetak pada produksi misal dapat diminimalisir dengan :  penyetelan perangkat pemasukan kertas sempurna, sehingga kertas selamanya berjalan lancar (ingat : kelancaran pemasukan kertas  pada mesin merupakan modal awal untuk menghasilkan cetakan dengan mutu yang baik), penyetelan gripper dan tekanan cetak yang tepat.

  • Mengantisipasi kerusakan pada penyelesaian produksi.

Penyelesaian / finishing pada produk buku tahunan sekolah, majalah, brosur, dll melalui kegiatan melipat, komplit, jilid, potong dan kemas. Kegiatan demikian dapat memunculkan kerusakan pada lembaran hasil cetak, walaupun prosentasenya kecil, sehingga perlu tersedia hasil lembaran cetak yang berlebih dibagian penyelesaian produksi.

Semoga bermanfaat,

RK Creative.

Open hours : Monday – Saturday (09 AM – 7 PM)

 

Address. Jl. Jupiter X Blok. H-2 No. 7 & 10 Bandung 40286 (Belakang Metro Indah Mall / MIM)

Phone. (022) 756 6851 / 0856 225 9852 (fast response)

WA. 08562259852

Line. nugrahafahrizal

BBpin. 5377963F

T. @rkforcreative – FB. Rumahkayu Indonesia Artwork

IG. @rkcbdg

 

www.rkforcreative.com

Masa SMA Masa Terindah, Setuju?

Standar

buku tahunan

Salam buku tahunan,

Buku tahunan sekolah sepertinya memang sudah menjadi suatu hal yang wajib untuk siswa SMA akhir tahun sebagai oleh-oleh perpisahan sekolah. Selain seputar buku tahunan sekolah yang telah kita bahas sebelum nya, berikut ini ada satu alasan mengapa buku tahunan sekolah memang wajib banget ada, yaitu karena …

Masa SMA Itu Masa Terindah, Setuju?

Hehe.. berikut nih gambarannya,

Masa SMA adalah masa transisi dari usia remaja menuju kedewasaan awal, sehingga logika orang dewasa bagi anak usia SMA sudah masuk dalam frame berpikirnya. Walaupun secara psikologis sebenarnya belum dikatakan matang, namun kita seolah memiliki beban nol persen dan cenderung tanpa tekanan. Masa SMA adalah ajang show-up jati diri, dimana kita merasakan fase 17 tahun which is menjadi tahap orang tidak lagi memandang kita sebagai “anak baru kemarin”. Lalu apa lagi yang menjadi alasan kenapa masa SMA terasa indah?

Sahabat Sejati

Masa SMA cenderung mempertemukan kita dengan teman-teman yang benar-benar seru dan nyaman untuk berbagi. Itu sebabnya tak jarang sahabat sejati semasa SMA ini terus melekat hingga ikatan chemistry-nya berlanjut sampai usia senja, bahkan ada yang berujung di pelaminan.

Tanggung Jawab Ekstra

Pada masa ini kita merasa sangat istimewa karena orang tua mulai memberikan tanggung jawab yang lebih dari sebelumnya, dimana peranan tersebut akan menjadi energi tersendiri untuk kita tampil lebih percaya diri dan lebih kuat dari sebelumnya.

Jati Diri

Ikatan komunal usia SMA juga termasuk yang paling kuat di banding sebelum atau setelah usia SMA. Usia ini lagi-lagi adalah usia penemuan jati diri yang mulai ditapaki, orang sudah mulai meninggalkan masa anak-anak dan remaja. Sifat komunal tumbuh kuat sebagai sebuah jalan mengurangi rasa cemas. Maka dari itu, acara-acara jalan-jalan bareng, nongkrong bareng, bolos bareng sampai di setrap (dihukum) bareng merupakan sesuatu yang dinikmati anak usia SMA.

Tanpa Beban

Di masa SMA biasanya belum terbersit pikiran berat yang sampai mengganggu aktivitas. Hal yang cenderung menjadi isu utama untuk anak SMA adalah cinta dan pergaulan, selebihnya tidak menjadi masalah berarti. Di pikiran kita adalah bagaimana menikmati hidup semenyenangkan mungkin dibanding harus memikirkan isu-isu berat seputar politik, ekonomi, dan lain sebagainya.

Keuangan Aman Terkendali

Ya. Karena kebanyakan dari kita masih dapat jatah uang jajan dari orang tua. Tidak perlu memikirkan betapa susahnya cari uang, betapa kita harus berpeluh mencari sesuap nasi, dan sebagainya. Orang tua kita setidaknya masih berkewajiban penuh untuk memberikan fasilitas uang saku, yang tanpa sadar ketika sudah kuliah dan kerja, kenikmatan itu perlahan raib.😀

//writen by. Nungki Mayangwangi.

Copyright by.

Buku Tahunan Sekolah

RK Creative.

Open hours : Monday – Saturday (09 AM – 7 PM)

 

Address. Jl. Jupiter X Blok. H-2 No. 7 & 10 Bandung 40286 (Belakang Metro Indah Mall / MIM)

Phone. (022) 756 6851 / 0856 225 9852 (fast response)

WA. 08562259852

Line. nugrahafahrizal

BBpin. 5377963F

T. @rkforcreative – FB. Rumahkayu Indonesia Artwork

IG. @rkcbdg

 

www.rkforcreative.com

Selfie dulu yuk !

Standar

foto buku tahunan konsep foto buku tahunanFoto buku tahunan dengan gaya-gayaan selfie? kenapa engga … hehe

Berikut fakta di balik selfie yang wajib kamu tahu yaa…

Siapa yang di saat ini tidak kenal dengan istilah ‘selfie’? Istilah tersebut beberapa waktu ke belakang ini menjadi topik hangat di dunia, yang mana arti dari ‘selfie’ sendiri adalah foto potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera pribadi. Sebelum istilah ini dikenal dan membombastis, sebenarnya aktifitas foto diri sendiri ini sudah marak sejak lama, namun dulu biasa disebut dengan ‘foto narsis’. Dan tahukah Anda, istilah ‘selfie’ bahkan sudah resmi tercantum dalam Oxford English Dictionary pada bulan November 2013 yang lalu, sekaligus dinobatkan menjadi “Word Of The Year 2013”.

Selfie dengan berbagai macam ekspresi banyak menghiasi jejaring sosial yang juga sedang digandrungi masyarakat saat ini, oleh karenanya kemudian menjadi fenomena yang sangat mendunia di berbagai kalangan masyarakat sehubungan dengan banyak ponsel berfitur kamera yang harganya mudah dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah sekalipun.

Berikut beberapa fakta tentang selfie.

Selfie Menunjukkan Self Image

Dipaparkan oleh seorang ahli ilmu saraf dari University College London, James Kilner, dan dikutip oleh BBC, fenomena selfie berkaitan erat dengan citra yang dipersepsikan seseorang atas dirinya sendiri (self image). Manusia terkadang ingin memamerkan parasnya, atau bahkan apa yang sedang dilakukannya, lalu dipublikasikan/diunggah di media sosial favoritnya untuk kemudian bisa dinikmati dan dilihat orang lain yang mengikuti lini masanya. Hasilnya adalah berupa kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi si empunya.

“If It Is Good Enough For The Obamas or The Pope, Then It’s Good Enough For Word of the Year”

Itulah yang diungkapkan oleh situs resmi Oxford Dictionaries menyoal selfie sebagai word of the year 2013. Presiden AS Barrack Obama dan Paus Francis beberapa waktu lalu juga sempat turut mendongkrak popularitas selfie. Ya, orang sekelas mereka juga suatu kali mengabadikan potret dirinya dengan kamera pribadi, tentu dengan tangan sendiri, bukan difoto oleh orang lain. Menarik bukan?

Foto Selfie Pertama Ternyata Muncul di Tahun 1893

Menurut penelitian yang dikutip oleh detik.com dari Huffington Post, Kamis (3/4/2014) lalu, selfie pertama dilakukan pada Oktober 1893 oleh pria bernama Robert Cornelius. Ia adalah pria asal Amerika Serikat yang termasuk sosok pionir di bidang fotografi. Suatu ketika, ia hendak mengambil foto diri sendiri dengan teknik fotografi awal bernama ‘Daguerreotype’. Teknik ini sendiri diciptakan oleh Louis Daguerre, pria asal Prancis.Hasilnya, Robert berfoto selfie yang kemudian disebut-sebut sebagai foto selfie pertama di dunia. Ia konon membutuhkan waktu sekitar 3 sampai dengan 15 menit dalam posisi diam agar kamera dapat menangkap gambar dengan baik. Gayanya cenderung formal dan tentu saja belum seperti ekspresi-ekspresi kekinian.

“We See Ourselves Alive and Dinamic, A Person In Progress”

Dr. Pamela Rutledge, seorang psikolog asal Boston mengungkapkan kalimat tersebut. Sebuah gambar memang mampu menunjukkan sejuta cerita, lebih dari tulisan. Menurut Anda, lebih menarik mana, sebuah foto yang berisikan gambar seseorang yang sedang berpose ceria di tepi pantai ataukah pernyataan status update “Gue lagi jalan-jalan di pantai nih,”? Mungkin kebanyakan orang akan lebih menyukai foto daripada tulisan semata. Begitupun ketika sebuah brand yag sedang gencar melancarkan promosi pemasarannya, ia akan meminta testimonial dari konsumen dan pelanggannya tidak hanya dengan berupa sekedar pernyataan bahwa mereka telah menggunakan produk tersebut, namun juga dalam bentuk foto selfie yang berisi pose memegang produk tersebut, atau hasil before and after.

Selfie Adalah Pembangkit Mood Positif

Sebuah foto selfie diunggah dalam akun jejaring sosial tidak hanya dimaksudkan untuk dapat dilihat oleh orang banyak, namun juga untuk kemudian dapat ditanggapi dengan “like” atau komentar-komentar berisi pujian. Nah, ketika respon bagus bermunculan, secara otomatis diri kita akan lebih bangga dan merasa sangat bahagia setelahnya. Siapa yang tidak senang dipuji dan dikagumi? Pernyataan-pertanyaan yang diterima sebagai respon positif sontak juga akan menjadi pembangkit mood dan kepercayaan diri seseorang. Ketika mood seseorang sedang baik, maka apa yang dilakukannya pun akan terlihat semakin menyenangkan di hadapan orang lain. Ya, selfie juga punya pengaruh bagus dalam kehidupan bersosialisasi.

Selfie Adalah Ajang Menunjukkan Sisi Lain

Psikolog dari President University, Elizabeth T. Santoso mengatakan sisi positif dari selfie adalah bahwa seseorang dapat mengeksplorasi dirinya. Dengan kata lain, setiap orang mempunyai keinginan untuk mengembangkan dirinya sendiri dengan cara berbagi dengan dunia. Contohnya, ketika ia mengunggah fotonya bersama masakan yang dibuatnya, maka artinya ia mengekspos bahwa ia punya sisi lain.

Selfie Membuat Seseorang Kurang Sensitif Terhadap Dunia Nyata

Berbeda halnya ketika selfie dilakukan setiap saat tanpa henti, sehingga lini masa bahkan padat oleh unggahan-unggahan milik seseorang. Hal tersebut dipastikan akan membuat orang lain merasa terganggu. Selfie dengan tingkat ekstrim seperti demikian selain annoying, juga menyebabkan ia kehilangan kontak dengan dunia nyata saking terlalu asyik bermain-main dengan dunia maya. Dan inilah yang akan membahayakan kehidupan bersosialisasinya. Ketika ia asyik ber-selfie ria, ia kurang peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya dan cenderung menjadi tidak peka. Hasilnya? Perlahan dijamin ia tidak akan banyak punya teman.

Selfie Meningkatkan Level Konsumerisme

Ketika seseorang menggandrungi kebiasaan selfie dan sampai pada tingkat berlebihan, kemungkinan yang terjadi adalah ia selalu menginginkan kualitas foto yang semakin bagus dan jernih. Semakin tinggi keinginan untuk membuat hasil foto bagus, maka kemudian ia akan keranjingan memburu gadget yang berfitur kamera canggih. Alhasil, ia akan memiliki intensitas lebih sering mengganti gadget dan bahkan mengoleksinya, sampai pada aksesoris-aksesoris yang sebenarnya secara logika bernilai tidak terlalu penting, contohnya: tongsis. Kenyataan ini jelas menunjukkan adanya level konsumerisme yang meningkat.

Beberapa Fakta Selfie Dikutip Dari Majalah Tempo (24 Maret 2014)        

  1. Satu juta foto selfie diambil setiap hari.
  2. Usia Pelaku Selfie: 75 persen 18 – 24 tahun, sisanya di atas 25 tahun.
  3. Selfie banyak diunggah jejaring sosial seperti: 48% Facebook, 14% SMS, 13% WhatsApp, 9% Twitter, 8% Instagram, 5% Snapchat, 2% Pinterest.
  4. Dua kota di Indonesia yang memiliki angka selfie tertinggi adalah: Denpasar 75 per 100.000 orang (urutan ke-18 di dunia), Yogyakarta 51 per 100.000 orang (urutan ke-43 di dunia).
  5. Alasan Selfie: mengingat momen bahagia, merekam momen unik, merekam kejadian menarik, memamerkan rambut yang indah, dan merasa percaya diri.
//writen by. Nungki Mayangwangi.

Copyright by.

Buku Tahunan Sekolah

RK Creative.

Open hours : Monday – Saturday (09 AM – 7 PM)

 

Address. Jl. Jupiter X Blok. H-2 No. 7 & 10 Bandung 40286 (Belakang Metro Indah Mall / MIM)

Phone. (022) 756 6851 / 0856 225 9852 (fast response)

WA. 08562259852

Line. nugrahafahrizal

BBpin. 5377963F

T. @rkforcreative – FB. Rumahkayu Indonesia Artwork

IG. @rkcbdg

 

www.rkforcreative.com