Tag Archives: konsep foto bts

Tips Memilih Tema Buku Tahunan Sekolah

Standar

Salam Buku Tahunan,

Dalam menyusun buku tahunan sekolah, salah satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan adalah menentukan tema. Padahal setelah menentukan tema foto buku tahunan sekolah, kita bisa mulai ke tahap berikutnya dengan mudah, contohnya mencari lokasi foto yang sesuai dengan tema foto buku tahunan sekolah dan menentukan dress code atau outfit yang akan dipakai saat sesi foto nanti.

Berikut adalah sedikit tips agar kamu bisa menentukan tema foto buku tahunan sekolah dengan mudah.

Pilihlah Tema Buku Tahunan Sekolah yang Mudah Dipersiapkan

template design alkena dan buku tahunan sekolah

Mempersiapkan foto buku tahunan sekolah terkadang bisa cukup merepotkan. Memilih tema yang mudah dipersiapkan contohnya tema buku tahunan sekolah mengenai keseharian di sekolah bisa dipertimbangkan karena tidak terlalu menyita waktu dan mudah persiapannya. Pilihlah tema buku tahunan sekolah yang kira-kira semua orang tidak sulit mencari outfit & propertinya.

Tema Buku Tahunan Sekolah yang Cakupannya Luas

design buku tahunan siswa by percetakan RK Creative

Menentukan tema buku tahunan sekolah secara general bisa dimulai dari menggunakan tema yang luas dan sub-tema yang berhubungan dengan tema tersebut. Contohnya ketika menggunakan tema film untuk buku tahunan sekolah, kita bisa memilih sub-tema yang berkaitan dengan film misalnya film superhero, film drama, film horror, dan lain-lainnya. Atau untuk tema buku tahunan sekolah olahraga, sub-tema yang bisa dipilih ada bermacam-macam seperti tennis, basket, bulu tangkis, atau yang lainnya.

Diskusikan Terlebih Dahulu

design buku tahunan siswa by percetakan RK Creative

Tentunya bertukar pikiran dengan banyak orang akan memunculkan banyak pilihan ide untuk tema buku tahunan sekolah. Pastikan kamu mengadakan musyawarah terlebih dahulu sebelum menentukan tema buku tahunan sekolah dan pilihlah tema yang disetujui semua orang. Pertimbangkan masing-masing kelebihan dan kekurangannya, misalnya tema A terlihat sangat menarik tapi membutuhkan banyak properti yang harus dibeli sedangkan tema B tidak membutuhkan properti tapi terkesan mainstream dan biasa saja. Diskusikan hal tersebut dengan panitia buku tahunan sekolah dan juga para siswa.

Semoga tips-tips tersebut berguna untuk kamu yang akan atau sedang menyusun buku tahunan sekolah ya!

Salam hangat dari Bandung.

—— Buku Tahunan Sekolah ——

Open hours : Monday – Saturday (09 AM – 7 PM)

Address. Jl. Jupiter X Blok. H-2 No. 7 & 10 Bandung 40286 (Belakang Metro Indah Mall / MIM)

Phone. (022) 756 6851 / 0856 225 9852 (fast response)

WA. 08562259852

Line. nugrahafahrizal

T. @rkforcreative – FB. Rumahkayu Indonesia Artwork

IG. @rkcbdg

www.rkforcreative.com

 

 

Selfie dulu yuk !

Standar

foto buku tahunan konsep foto buku tahunanFoto buku tahunan dengan gaya-gayaan selfie? kenapa engga … hehe

Berikut fakta di balik selfie yang wajib kamu tahu yaa…

Siapa yang di saat ini tidak kenal dengan istilah ‘selfie’? Istilah tersebut beberapa waktu ke belakang ini menjadi topik hangat di dunia, yang mana arti dari ‘selfie’ sendiri adalah foto potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera pribadi. Sebelum istilah ini dikenal dan membombastis, sebenarnya aktifitas foto diri sendiri ini sudah marak sejak lama, namun dulu biasa disebut dengan ‘foto narsis’. Dan tahukah Anda, istilah ‘selfie’ bahkan sudah resmi tercantum dalam Oxford English Dictionary pada bulan November 2013 yang lalu, sekaligus dinobatkan menjadi “Word Of The Year 2013”.

Selfie dengan berbagai macam ekspresi banyak menghiasi jejaring sosial yang juga sedang digandrungi masyarakat saat ini, oleh karenanya kemudian menjadi fenomena yang sangat mendunia di berbagai kalangan masyarakat sehubungan dengan banyak ponsel berfitur kamera yang harganya mudah dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah sekalipun.

Berikut beberapa fakta tentang selfie.

Selfie Menunjukkan Self Image

Dipaparkan oleh seorang ahli ilmu saraf dari University College London, James Kilner, dan dikutip oleh BBC, fenomena selfie berkaitan erat dengan citra yang dipersepsikan seseorang atas dirinya sendiri (self image). Manusia terkadang ingin memamerkan parasnya, atau bahkan apa yang sedang dilakukannya, lalu dipublikasikan/diunggah di media sosial favoritnya untuk kemudian bisa dinikmati dan dilihat orang lain yang mengikuti lini masanya. Hasilnya adalah berupa kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi si empunya.

“If It Is Good Enough For The Obamas or The Pope, Then It’s Good Enough For Word of the Year”

Itulah yang diungkapkan oleh situs resmi Oxford Dictionaries menyoal selfie sebagai word of the year 2013. Presiden AS Barrack Obama dan Paus Francis beberapa waktu lalu juga sempat turut mendongkrak popularitas selfie. Ya, orang sekelas mereka juga suatu kali mengabadikan potret dirinya dengan kamera pribadi, tentu dengan tangan sendiri, bukan difoto oleh orang lain. Menarik bukan?

Foto Selfie Pertama Ternyata Muncul di Tahun 1893

Menurut penelitian yang dikutip oleh detik.com dari Huffington Post, Kamis (3/4/2014) lalu, selfie pertama dilakukan pada Oktober 1893 oleh pria bernama Robert Cornelius. Ia adalah pria asal Amerika Serikat yang termasuk sosok pionir di bidang fotografi. Suatu ketika, ia hendak mengambil foto diri sendiri dengan teknik fotografi awal bernama ‘Daguerreotype’. Teknik ini sendiri diciptakan oleh Louis Daguerre, pria asal Prancis.Hasilnya, Robert berfoto selfie yang kemudian disebut-sebut sebagai foto selfie pertama di dunia. Ia konon membutuhkan waktu sekitar 3 sampai dengan 15 menit dalam posisi diam agar kamera dapat menangkap gambar dengan baik. Gayanya cenderung formal dan tentu saja belum seperti ekspresi-ekspresi kekinian.

“We See Ourselves Alive and Dinamic, A Person In Progress”

Dr. Pamela Rutledge, seorang psikolog asal Boston mengungkapkan kalimat tersebut. Sebuah gambar memang mampu menunjukkan sejuta cerita, lebih dari tulisan. Menurut Anda, lebih menarik mana, sebuah foto yang berisikan gambar seseorang yang sedang berpose ceria di tepi pantai ataukah pernyataan status update “Gue lagi jalan-jalan di pantai nih,”? Mungkin kebanyakan orang akan lebih menyukai foto daripada tulisan semata. Begitupun ketika sebuah brand yag sedang gencar melancarkan promosi pemasarannya, ia akan meminta testimonial dari konsumen dan pelanggannya tidak hanya dengan berupa sekedar pernyataan bahwa mereka telah menggunakan produk tersebut, namun juga dalam bentuk foto selfie yang berisi pose memegang produk tersebut, atau hasil before and after.

Selfie Adalah Pembangkit Mood Positif

Sebuah foto selfie diunggah dalam akun jejaring sosial tidak hanya dimaksudkan untuk dapat dilihat oleh orang banyak, namun juga untuk kemudian dapat ditanggapi dengan “like” atau komentar-komentar berisi pujian. Nah, ketika respon bagus bermunculan, secara otomatis diri kita akan lebih bangga dan merasa sangat bahagia setelahnya. Siapa yang tidak senang dipuji dan dikagumi? Pernyataan-pertanyaan yang diterima sebagai respon positif sontak juga akan menjadi pembangkit mood dan kepercayaan diri seseorang. Ketika mood seseorang sedang baik, maka apa yang dilakukannya pun akan terlihat semakin menyenangkan di hadapan orang lain. Ya, selfie juga punya pengaruh bagus dalam kehidupan bersosialisasi.

Selfie Adalah Ajang Menunjukkan Sisi Lain

Psikolog dari President University, Elizabeth T. Santoso mengatakan sisi positif dari selfie adalah bahwa seseorang dapat mengeksplorasi dirinya. Dengan kata lain, setiap orang mempunyai keinginan untuk mengembangkan dirinya sendiri dengan cara berbagi dengan dunia. Contohnya, ketika ia mengunggah fotonya bersama masakan yang dibuatnya, maka artinya ia mengekspos bahwa ia punya sisi lain.

Selfie Membuat Seseorang Kurang Sensitif Terhadap Dunia Nyata

Berbeda halnya ketika selfie dilakukan setiap saat tanpa henti, sehingga lini masa bahkan padat oleh unggahan-unggahan milik seseorang. Hal tersebut dipastikan akan membuat orang lain merasa terganggu. Selfie dengan tingkat ekstrim seperti demikian selain annoying, juga menyebabkan ia kehilangan kontak dengan dunia nyata saking terlalu asyik bermain-main dengan dunia maya. Dan inilah yang akan membahayakan kehidupan bersosialisasinya. Ketika ia asyik ber-selfie ria, ia kurang peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya dan cenderung menjadi tidak peka. Hasilnya? Perlahan dijamin ia tidak akan banyak punya teman.

Selfie Meningkatkan Level Konsumerisme

Ketika seseorang menggandrungi kebiasaan selfie dan sampai pada tingkat berlebihan, kemungkinan yang terjadi adalah ia selalu menginginkan kualitas foto yang semakin bagus dan jernih. Semakin tinggi keinginan untuk membuat hasil foto bagus, maka kemudian ia akan keranjingan memburu gadget yang berfitur kamera canggih. Alhasil, ia akan memiliki intensitas lebih sering mengganti gadget dan bahkan mengoleksinya, sampai pada aksesoris-aksesoris yang sebenarnya secara logika bernilai tidak terlalu penting, contohnya: tongsis. Kenyataan ini jelas menunjukkan adanya level konsumerisme yang meningkat.

Beberapa Fakta Selfie Dikutip Dari Majalah Tempo (24 Maret 2014)        

  1. Satu juta foto selfie diambil setiap hari.
  2. Usia Pelaku Selfie: 75 persen 18 – 24 tahun, sisanya di atas 25 tahun.
  3. Selfie banyak diunggah jejaring sosial seperti: 48% Facebook, 14% SMS, 13% WhatsApp, 9% Twitter, 8% Instagram, 5% Snapchat, 2% Pinterest.
  4. Dua kota di Indonesia yang memiliki angka selfie tertinggi adalah: Denpasar 75 per 100.000 orang (urutan ke-18 di dunia), Yogyakarta 51 per 100.000 orang (urutan ke-43 di dunia).
  5. Alasan Selfie: mengingat momen bahagia, merekam momen unik, merekam kejadian menarik, memamerkan rambut yang indah, dan merasa percaya diri.
//writen by. Nungki Mayangwangi.

Copyright by.

Buku Tahunan Sekolah

RK Creative.

Open hours : Monday – Saturday (09 AM – 7 PM)

 

Address. Jl. Jupiter X Blok. H-2 No. 7 & 10 Bandung 40286 (Belakang Metro Indah Mall / MIM)

Phone. (022) 756 6851 / 0856 225 9852 (fast response)

WA. 08562259852

Line. nugrahafahrizal

BBpin. 5377963F

T. @rkforcreative – FB. Rumahkayu Indonesia Artwork

IG. @rkcbdg

 

www.rkforcreative.com